by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:45
Jangan biarkan si kecil dirundung stres, karena bisa menurunkan kekebalan tubuhnya. Bayi sangat butuh sentuhan kasih sayang seorang ibu. Jika ibu tengah dirundung stres, bayi pun bisa ikut merasa stres.
Sebuah studi di Kanada mengungkapkan, bayi yang kehilangan perhatian ibu akan merasa cemas. Kondisi stres pada bayi ini bisa terjadi sejak si kecil baru lahir hingga usia 6 bulan, dan kebanyakan disebabkan tidak mendapatkan perhatian layak dari orangtuanya. Bayi yang merasa kehilangan cinta ibunya selama dua menit saja akan merasa cemas,seperti dikutip dari laman Dailymail.
Peneliti menemukan, tingkat hormon stres, kortisol melambung ketika bayi diabaikan oleh ibu mereka, dan bahkan pada hari berikutnya, mereka bisa merasa cemas hal sama terjadi lagi.
Para pakar perkembangan anak mengatakan, episode berulang dari stres ini dapat berdampak besar pada kesehatan anak di masa pertumbuhannya.
Untuk menyelidiki apakah bayi usia enam bulan mampu mengantisipasi masalah, para peneliti Kanada mengundang 30 ibu dan bayi mereka ke pusat penelitian. Para ibu dan anak ini dibagi menjadi dua kelompok.
Pada kelompok pertama, bayi diletakkan di kursi mobil dan ibu bermain dan berbicara dengan mereka seperti biasa. Drama itu kemudian diselingi dengan periode dua menit saat sang ibu hanya menatap kepala anaknya, menjaga wajahnya bebas dari emosi.
Keesokan harinya, ia membawa anaknya kembali ke pusat penelitian. Tingkat kortisol diukur beberapa kali pada dua hari tersebut. Jumlah kortisol meningkat ketika bayi-bayi itu diabaikan. Bahkan pada hari berikutnya.
Kelompok kedua, ibu bayi melakukan proses sama, namun tanpa mengabaikan setiap saat, dan kadar hormon stres mereka nyaris tidak berubah.
Peneliti Dr David Haley, dari University of Toronto, mengatakan, "Hasil penelitian menunjukkan, bayi manusia memiliki kapasitas untuk memproduksi respon stres antisipatif yang didasarkan pada ekspektasi tentang cara orangtua memperlakukan mereka dalam konteks tertentu."
Profesor Jay Belsky, dari Birbeck College, Universitas London, mengatakan, faktor seperti depresi dapat mempengaruhi hubungan seorang ibu dengan bayinya, dan meningkatkan kadar kortisol dari waktu dan waktu lagi. Kondisi ini jangan diabaikan, karena jika berlangsung lama dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Selengkapnya...
Friday, August 27, 2010
Mengapa Bayi Bisa Stres
Bangun Tidur Tanpa Stres
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:46
Pijatan ringan di bagian tubuh tertentu bisa membuat Anda semangat beranjak bangun. Alarm sudah berbunyi. Anda segera bangun hanya untuk mematikannya lalu kembali memeluk bantal dan guling.
Rasa enggan saat bangun pagi adalah hal yang sering terjadi. Bisa karena waktu tidur yang kurang bisa memuaskan istirahat Anda, bisa juga karena malas menghadapi rutinitas kerja sehari-hari.
Supaya Anda bangun dengan suntuikansemangat dan energi, lakukan cara berikut ini!
Memijat telinga
Anda sudah terbangun tapi masih malas membuka mata dan beranjak dari tempat tidur? Dengan mata terpejam, gosok daun telinga Anda. Bagian ibu jari di menggosok bagian belakang telinga ke arah atas dan bawah. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
*Melancarkan peredaran darah
* Menghilangkan rasa ngantuk
Tangan di kepala
Letakkan telapak tangan kanan Anda di dahi lalu letakkan telapak tangan kiri di atasnya. Ganti posisi telapak tangan. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
*Melemaskan otot-otot tegang di sekitar kepala
* Menghilangkan rasa penat di kepala
Memijat mata
Pijat kelopak mata dan area di sekitar alis dengan ujung jempol. Lakukan 15-20 kali.
Manfaat:
*Merilekskan saraf-saraf di sekitar mata
*Menghilangkan rasa ngantik yang membuat mata berat
Memijat perut
Letakkan telapak tangan di perut. Usap-usap seluruh bagian perut hingga terasa hangat.
Manfaat:
*Memperlancar peredaran darah di sekitar perut
*Membantu proses membuang gas di perut
*Melemaskan otot-otot perut
Permainan perut
Setelah diusap-usap, lakukan permainan perut. Tepuk-tepuk perut Anda. Kemudian lakukan gerakan menggambar di perut. Tarik napas, lalu kembang kempiskan perut Anda.
Manfaat
*Menguatkan otot perut
*Baik untuk melatih kekuatan organ-organ hati, ginjal dan dan sistem pencernaan.
Selengkapnya...
5 Penyebab Rasa Lelah Saat Bangun Pagi
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:48
Ada sejumlah alasan tubuh terasa tidak segar setelah bangun tidur. Kenali solusinya!
Setelah bangun pagi seharusnya tubuh menjadi segar, karena sudah beristirahat. Tapi, seringkali bukan rasa segar yang didapatkan, tubuh malah terasa lelah. Padahal, waktu tidur sudah cukup antara 7 sampai 9 jam.
Jika Anda termasuk orang yang sering merasa lelah saat bangun tidur, cepat ketahui penyebabnya dan segera atasi. Karena, seseorang yang tidurnya tidak berkualitas akan berdampak pada aktifvtas dan kesehatan tubuhnya.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur, beberapa di antaranya adalah 5 hal berikut ini.
1. Perlengkapan tidur tidak nyaman
Meskipun tidur lebih awal, belum tentu Anda akan merasa cukup tidur karena bisa tiba-tiba sering terbangun. Salah satu penyebabnya adalah perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, selimut, guling dan sprei yang tidak nyaman. Untuk itu, selalu bersihkan perlengkapan tidur sebelum Anda tidur.
Pilih juga perlengkapan tidur yang membuat Anda nyaman, terutama bantal. Bantal yang baik akan menyangga leher dengan benar dan mencegah sakit punggung. Tidak ada salahnya untuk membeli alat tidur yang agak mahal dan berkualitas, karena peralatan tidur tersebut adalah investasi kesehatan Anda.
2. Sering terbangun
Jika Anda sering terbangun malam hari, pasti keesokan harinya kepala akan terasa pusing dan badan merasa lelah. Untuk itu cari penyebab, apa yang membuat Anda sering terbangun. Entah itu berupa pencahayaan, suhu ruangan, suara atau hasrat ke toilet yang tinggi.
Cobalah untuk menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan sebelum Anda tidur. Jika Anda sering ke toilet, jangan terlalu banyak minum dan buang air kecil sebelum tidur.
3. Berat badan
Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga akan sering mengalami rasa lelah saat bangun tidur. Karena setiap saat tubuh mereka selalu bekerja keras, termasuk saat tidur.
Kerja jantung pun cukup keras dan tidak mampu memompa darah secara cepat ke seluruh tubuh. Hal itu membuat energi berkurang dan tubuh merasa lelah. Untuk itu, jika Anda memiliki berat badan kurang proporsional dan selalu merasa lelah termasuk ketika bangun tidur, segera lakukan diet dan berolahraga.
4. Saat datang bulan
Salah satu yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman saat tidur, lemas dan sering terbangun malam hari adalah haid atau datang bulan. Rasa lelah dan lemas saat bangun tidur disebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Untuk itu, menjelang dan saat haid konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam atau mengonsumsi suplemen.
5. Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang membuat kita mengantuk. Tetapi, jika kita mengonsumsi dua atau lebih obat secara bersamaan, kondisinya malah membuat kita terjaga dan tidak bisa tidur. Untuk itu, jangan mengonsumsi obat sembarangan dan konsultasikan dengan dokter, efek samping dari obat yang Anda konsumsi.
Selengkapnya...
Efek Buruk Terlalu Banyak Tidur
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:50
Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas.
Anda pasti sudah mengetahui bahwa kurang tidur bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Ternyata, terlalu banyak tidur juga bisa menimbulkan dampak yang sama.
Penelitian menunjukkan tidur lebih dari 6 hingga 8 jam dapat menurunkan harapan hidup orang dewasa sebesar 17 persen. Lalu, menurut ahli medis asal India, Dr. Prakash Lulla tidur terlalu banyak bisa menyebabkan diabetes, hipertensi, migrain, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.
"Jika seseorang tiba-tiba tidur terlalu lama, itu juga bisa menjadi tanda adalah masalah pada sistem tiroid, kelainan pusat saraf atau kelainan metabolisme," Dr. Prakash Lulla, ahli medis asal India, seperti dikutip dari Idiva.
Hal yang menjadi masalah bukan tidur itu sendiri, tetapi penyebab terlalu banyak tidur. Menurut dr. Dube sebanyak 15 persen pasien depresi tidur terlalu lama. Trauma dan syok juga bisa membuat seseorang tidur lebih lama.
"Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas. Kelelahan dan rasa nyeri juga efek yang sering muncul," kata psikolog, Dr. Sunita Dube, seperti dikutip dari Idiva.com.
Kurang olahraga juga bisa mengurangi kualitas tidur dan kompensasinya adalah seseorang tidur lebih lama dari seharusnya. Untuk mengatasinya cobalah lakukan olahraga sederhana, seperti berjalan atau berlari di pagi hari sebelum memulai aktivitas.
Pola makan Anda juga sangat berpengaruh. Sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi makanan-makan cepat saji. Pilihlah makanan yang dibuat dari bahan segar dan alami. Dengan begitu kualitas tidur menjadi lebih baik dan tubuh akan terasa fit.
Selengkapnya...
5 Cara Alami Hentikan Kebiasaan Mendengkur
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:54
Praktekkan cara berikut ini untuk mengatasi kebiasaan mendengkur.
Mendengkur adalah masalah yang sering dianggap sepele. Hal itu karena bagi orang yang mendengkur tidak merasa terganggu. Justru pasangannya yang merasa terganggu dan membuat tidur menjadi kurang berkualitas.
Sebetulnya, mendengkur adalah efek dari adanya gangguan kesehatan. Untuk mengatasinya, ada cara alami yang bisa dilakukan, seperti dikutip dari Shine. Tetapi, jika dengkuran tetap terjadi,sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
1. Tidur menyamping
Penyebab dengkuran adalah penyempitan saluran udara di langit-langit mulut. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda tidur menyamping. Untuk tetap menjaga agar Anda tidur menyamping, letakkan bantal di bagian punggung. Bantal akan menjadi penghalang yang mencegah Anda telentang.
2. Gunakan bantal lebih banyak
Gunakan bantal lebih banyak untuk menyangga kepala agar tetap tinggi saat tidur. Ketika kepala tetap tinggi, udara di langit-langit mulut tidak akan tersumbat. Sehingga, memungkinkan udara bebas bergerak dan mencegah dengkuran keras.
3. Olahraga mulut
Lakukan latihan rahang, lidah dan mulut akan membantu mencegah dengkuran. Lakukan latihan buka dan tutup mulut setiap hari, karena dapat membantu otot sekitar rahang dan mulut lebih releks, sehingga bisa menyalurkan lebih banyak udara dan mencegah dengkuran.
4. Hindari makan berlebih
Makan terlalu banyak bisa memicu orang mendengkur. Saat terlalu banyak makanan, perut juga tidak akan bekerja lebih keras, dan hal ini membuat dengkuran muncul tau lebih nyaring dari sebelumnya.
5. Kurangi berat badan
Sebagian besar orang yang meiliki berat badan berlebih, mendengkur saat tidur. Jika tubuh dalam keadaan besar, saluran udara di rongga mulut menyempit. Hal inilah yang memicu terjadinya dengkuran. Untuk itu, jika bobot tubuh berlebih, lakukan diet dan olahraga, untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi dengkuran.
Selengkapnya...
Mengapa Kantuk Menyerang Setelah Makan
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 13:06
Ketahui sebab timbulnya rasa kantuk yang muncul seusai Anda makan, dan solusinya.
Setelah makan siang, rasa kantuk seringkali datang dan menghambat aktivitas bekerja. Pemicu rasa kantuk tersebut, bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah porsi makan dalam jumlah besar.
Saat Anda mengounsumsi makanan dalam jumlah besar, darah dialihkan ke usus untuk mencerna makanan. Hal ini berarti, oksigen yang mencapai otak lebih sedikit, sehingga menimbulkan kelelahan dan rasa kantuk.
Hal lain yang menyebabkan munculnya kantuk setelah makan adalah kondisi yang disebut "alkaline tide". Kondisi tersebut terjadi bila asam lambung dilepaskan untuk mencerna makanan. Hal itu menyebabkan perubahan sementara kadar pH, dalam darah. Bikarbonat lalu dilepaskan untuk mengimbangi perubahan yang menyebabkan pH darah menjadi lebih basa dan menyebabkan kantuk.
Untuk mencegah munculnya rasa kantuk setelah makan, kuncinya adalah jangan makan berlebihan. Saat sarapan konsumsilah makanan yang mengandung protein tinggi. Lalu, menjelang siang, konsumsilah kudapan sehat dan kurangi porsi makan siang yang biasanya dalam jumlah besar. Hal ini bisa menjaga gula darah dan insulin tetap stabil, dan mencegah fluktuasi level neurotransmiter yang dapat menyebabkan kantuk.
Cara lain untuk mencegah kantuk adalah, ubah komposisi menu makanan. Pilih karbohidrat sederhana seperti kentang, beras putih, atau pasta, dalam porsi secukupnya. Kurangi konsumsi makanan manis seperti permen, karena dengan cepat bisa meningkatkan level insulin yang kemudian meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin adalah neurotransmitter yang menimbulkan rasa kantuk. Untuk menu makan siang, pilihlah yang makanan yang mengandung protein tinggi, rendah karbohidrat, dan sayuran.
Kurangi juga konsumsi kafein. Meskipun kafein bisa membuat Anda tetap terjaga secara temporer, tetapi ketika efeknya habis, maka rasa kantuk yang luar biasa pun muncul.
Untuk menggantikan kafein, cobalah minum segelas teh hijau saat makan siang. Lalu, cara lain mencegah kantuk adalah, dengan berjalan selama 10 hingga 15 menit setelah makan. Hal itu akan membuat aliran darah lebih lancar dan menurunkan gula darah serta insulin, Anda pun tetap terjaga setelah makan.
Jika rasa kantuk setelah makan terus terjadi, periksakan diri ke dokter. Lakukan tes darah untuk mengetahui risiko diabetes atau hypothyroidism, yang gejalanya rasa lelah dan kantuk setelah makan.
Selengkapnya...
Tidur Siang Tingkatkan Kecerdasan
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 13:10
Manfaat beristirahat di siang hari tak hanya diterima bayi, tapi juga kaum dewasa.
Jika ingin lebih berkonsentrasi atau mendapat hasil tes yang lebih baik, ada baiknya Anda mempersiapkan waktu tidur siang. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan tidur siang mempersiapkan otak untuk mengingat lebih tajam. Tidur siang dapat diumpamakan dengan me-reboot komputer agar dapat bekerja lebih lancar.
Matius Walker, seorang asisten profesor di Universitas California mengatakan tidur tidak sekadar untuk tubuh, namun sangat penting bagi otak. Dalam penelitian, Walker dan 39 orang dewasa muda dibagi menjadi dua kelompok. Pada tengah hari, semua peserta mengambil bagian dalam latihan memori untuk mengingat wajah dan menghubungkan mereka dengan nama-nama.
Kemudian para peneliti ikut dalam latihan memori di sore hari setelah tidur selama 20-100 menit. "Mereka yang tetap terjaga mengerjakan tes lebih buruk sebesar 10 persen daripada yang tidur siang," kata Walker. Satu hal lain yang diperoleh dari studi, kemampuan belajar seseorang antara siang hingga pukul enam sore menurun sebanyak 10 persen, tetapi tidur siang meniadakan penurunan ini.
Struktur studi menunjukkan bahwa fase tidur tanpa mimpi meningkatkan memori. "Tidur memainkan peran penting dalam pengolahan kenangan. Dan memberikan banyak bukti bahwa tidur bukan hanya penting untuk setelah belajar, tetapi Anda memerlukannya sebelum belajar untuk mempersiapkan otak untuk meletakkan informasi."
Tidur cukup lama memberikan kesempatan otak mengingat selama siklus tidur. Setelah melakukan tes elektroensefalogram untuk melacak aktivitas listrik di otak, para peneliti menetapkan, penyegaran ingatan terjadi antara tidur lelap dan mimpi, yang disebut rapid eye movement (REM).
"Kemampuan otak untuk menyerap informasi tidak selalu stabil," kata Walker. "Sepertinya kapasitas otak mungkin sedikit seperti spons yang akan basah kuyup jika terus belajar sepanjang hari."
Jessica Payne, seorang asisten profesor di Universitas Notre Dame, mengatakan hasil penelitian memberi bukti tambahan pentingnya tidur. Tidur sangat penting bagi siswa maupun orang yang berjuang mempertahankan memori akibat penuaan. Penelitian terbaru lainnya membuktikan tidur dapat membantu Anda berpikir lebih kreatif, menjaga memori jangka panjang yang lebih baik dan melestarikan kenangan penting.
Selengkapnya...