Wednesday, September 15, 2010
Benarkah Ponsel Anda Lebih Kotor dari Toilet
Apakah benar bakteri yang ada di ponsel lebih banyak dari bakteri di alat penyiram toilet?
Telepon seluler sudah menjadi sahabat paling dekat sejak kemunculannya. Tetapi, Anda mungkin tak lagi menjadi 'penggemar berat' ponsel Anda begitu menyimak temuan terbaru para ilmuwan Inggris.
Sebuah studi terbaru menemukan, rata-rata ponsel menyimpan kuman 18 kali lebih banyak daripada pegangan alat penyiram (flush) toilet.
Peneliti Inggris mengungkap seperempat ponsel sangat kotor dan mengandung 10 kali lipat jumlah bakteri yang dapat diterima. Tingginya tingkat bakteri dalam ponsel menunjukkan miskinnya kebersihan pemicu kuman penyakit.
Satu dari empat ponsel terbukti mengandung jumlah bakteri yang sangat tinggi, mencapai 170 kali dari batas normal hingga bisa menyebabkan gangguan perut serius bagi pemiliknya. Bakteri membahayakan yang ada dalam ponsel diantaranya Salmonella, bakteri feses E.coli, bakteri keracunan makanan dan Stafilokokus aureus.
Temuan berdasarkan 30 sampel ponsel yang menunjukkan 14,7 juta dari 63 juta pengguna ponsel di Inggris. "Tingkat bakteri yang berpotensi sangat membahayakan ada pada satu dari empat ponsel. Ponsel perlu disterilkan," ungkap peneliti utama Jim Francis seperti dikutip Daily Mail.
"Sebagian besar bakteri dari ponsel tidak berbahaya. Tapi, bakteri berkembang biak dan ditransfer bolak-balik dari tangan ke ponsel hingga menyebabkan penyakit," katanya.
Melihat aplikasi ponsel berulang-ulang seperti foto secara bergantian dengan orang adalah salah satu penyebaran kuman. Temuan sebelumnya mengungkap komputer desktop juga menyimpan kuman lebih tinggi daripada toilet. Untuk membersihkan ponsel dan menghilangkan kuman, seka ponsel menggunakan lap halus yang dibasahi alkohol secara teratur. Selengkapnya...
Bahaya Menahan Buang Air Kecil
Jangan membiasakan kebiasaan menahan buang air kecil.
Apakah Anda sering menahan buang air kecil? Malas beranjak dari tempat duduk, atau toilet umum yang jorok menjadi alasan umum menahannya.
Jangan membiasakan kebiasaan menahan buang air kecil. Bukan hanya ancaman menderita batu ginjal, tapi juga meningkatkan risiko penyakit infeksi saluran kemih.
Suzanne Merrill-Nach, dokter ahli kebidanan di San Diego, memeringatkan bahaya itu. "Buang air kecil akan membersihkan kandung kemih dari bakteri yang berkembang biak di urin," katanya seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.
Artinya, mengabaikan hasrat buang air kecil ke toilet akan menyuburkan perkembangbiakan bakteri di dalam kandung kemih. Inilah yang potensial menimbulkan infeksi saluran kemih.
Menahan buang air kecil juga tidak boleh dilakukan menjelang berhubungan seksual. "Ketika kandung kemih penuh, saluran uretra lebih terbuka sehingga memudahkan masuknya bakteri dari organ intim. Ketika bakteri masuk, terjadilah infeksi saluran kemih," ujarnya.
Menahan buang air kecil juga mengakibatkan gangguan pompa kandung kemih. Itulah usai menahannya, urin tak bisa tuntas dikeluarkan. Orang menyebutnya anyang-anyangan. Jangan sepelekan kondisi ini, karena sisa urin yang sulit keluar juga potensial memicu infeksi saluran kemih.
Urine adalah cairan sisa yang diekskresikan ginjal. Cairan berupa bahan terlarut sisa metabolisme seperti urea, garam terlarut, dan materi organik, ini akan dikeluarkan tubuh melalui proses saluran kemih. Menahannya keluar akan membuat 'sampah' terlarut itu mengendap dan mengganggu fungsi kandung kemih dan ginjal. Selengkapnya...
Delapan Tanda Gejala Kanker
Kanker sulit dideteksi karena ada lebih dari 200 jenis yang berbeda.
Sebuah tim ilmuwan mengatakan mereka telah mengidentifikasi tanda-tanda peringatan awal munculnya kanker yang dapat membantu untuk mendeteksi keberadaan penyakit itu sebelum terlanjur menyebar.
Peneliti dari Inggris, seperti dikutip Telegraph, mengatakan ada delapan gejala dianggap akurat dapat memprediksi risiko kanker berbagai kelompok usia. Mereka menyatakantemuan yang telah dipublikasikan dalam British Journal of General Practice itu harus segera diperiksakan ke dokter spesialis kanker, terkecuali ada penjelasan lain yang menyebabkannya.
"Jika orang menyadari bahwa ini adalah hal-hal yang membahayakan, jangan disepelekan,” kata Dr. Gregory Cooper dari Irlandia Cancer Center di University Hospitals Case Medical Center. "Selalu periksakan diri, karena kanker dapar dideteksi sebelum menyebar terlalu jauh.” Keberhasilan untuk mendeteksi kanker secara dini dapat meningkatkan peluang untuk bertahan hidup secara amat signifikan.
Berikut delapan gejala kanker yang diidentifikasi oleh Mark Shapley dan teman-teman penelitinya dari Universitas Keele:
1. Benjolan payudara (mungkin gejala kanker payudara)
2. Pendarahan rektum (menunjukkan kanker usus besar, terutama pada orang tua)
3. Darah di air seni (tanda kanker yang terkait urologi)
4. Batuk darah (mungkin gejala kanker paru-paru)
5. Kesulitan menelan (gejala dari kanker esofagus)
6. Anemia dan kekurangan zat besi (tanda kemungkinan kanker usus)
7. Pendarahan setelah menopause (kemungkinan gejala kanker organ reproduksi wanita)
8. Hasil uji rektal yang menunjukkan tanda-tanda sel kanker (gejala potensi kanker prostat)
"Penting untuk segera mengenali gejala 'red-flag' ini gejalanya sebagai peringatan agar Anda waspada. Dan segera periksakan diri lebih terperinci ke rumah sakit untuk memastikannya,” kata Amanda Howe dari U.K.'s Royal College.
Cooper sendiri pernah membuat sebuah daftar dari berbagai gejala kanker. Tapi simtom-simtom yang diidentifikasinya itu sedikit berbeda dengan kesimpulan Shapley. Cooper lebih memfokuskannya pada gejala kanker umum dan pertanda kanker yang belum pernah dideteksi (seperti anemia) dan tanda-tanda peringatan umum tentang berbagai jenis kanker, seperti melorotnya berat badan tanpa sebab dan hilangnya nafsu makan secara tiba-tiba.
"Penting bagi dunia penelitian kanker untuk mengenali dan mengecek gejala dan tanda-tanda 'red-flag' ini dan makin menekankan pentingnya pasian untuk mendiskusikan berbagai simtom dengan dokter mereka," kata Amanda Howe, Sekretaris Kehormatan Royal College of General Practioners, Inggris, kepada Telegraph.
Shapley menyatakan mereka menyimpulkan delapan gejala terpenting kanker ini setelah menganalisis 25 studi dari Inggris, AS, Australia, Jerman, Denmark, Belgia, dan Belanda.
Dr. Kevin Barraclough, dokter umum di Inggris, menulis dalam editorial yang dipublikasikan bersama hasil studi itu bahwa sejumlah simtom akan jadi pertanda adanya kanker pada kelompok umur dan jenis kelamin tertentu ketimbang yang lain. Anemia, sebagai contoh, boleh jadi bukan merupakan pertanda kanker usus pada perempuan 21 tahun tapi adalah gejala penting bagi pria berumur 60 tahun.
Menurut Jessica Harris, Humas Pusat Penelitian Kanker di Inggris, kanker biasanya sulit dideteksi karena ada lebih dari 200 jenis dan masing-masing akan menghasilkan gejala yang beragam.
"Studi seperti ini membantu dokter memahami seperti apa simtom yang mengarah pada adanya kanker, dan menolong mereka memutuskan untuk merujuk pasien mereka untuk didiagnosis lebih lanjut oleh dokter spesialis," katanya seperti dikutip Telegraph."Jadi, jika Anda menemui ada sesuatu yang tidak biasa atau perubahan terus-menerus di tubuh Anda, penting untuk segera mengeceknya ke dokter." Selengkapnya...
Segarkan Otak dengan Berjalan Kaki
Berjalan ternyata bisa menjadi anti aging untuk otak.
Melakukan aktivitas olah raga secara rutin memang bisa menjaga kebugaran tubuh. Tak perlu yang terlalu berat, dengan berjalan kaki pun, tubuh juga bisa bugar. Dan ternyata ada manfaat lainnya.
Keuntungan lain dari berjalan kaki, bisa menyegarkan otak.
Seperti dikutip dari laman Shine, sebuah studi baru dalam Frontiers jurnal Aging Neuroscience menunjukkan bahwa berjalan selama empat puluh menit, tiga kali seminggu ternyata dapat meningkatkan konektivitas antara sirkuit otak yang cenderung terkikis akibat penambahan usia.
Dr Arthur F. Kramer, yang memimpin penelitian ini menjelaskan: "Pola konektivitas terjadi penurunan seiring bertambahnya usia. Jaringan yang tidak terhubung dengan baik untuk mendukung hal yang kita lakukan, seperti mengemudi," katanya. "Tapi kami menemukan manfaat yang sama dari aktivitas fitness aerobik, jaringan menjadi lebih jelas," ucapnya.
Berjalan bisa menjadi anti aging untuk otak, memutar kembali waktu beberapa dekade. "Ketika orang-orang tua dalam kelompok berjalan menjadi lebih cocok, koherensi antar wilayah yang berbeda dalam jaringan meningkat dan menjadi sama dengan anak-anak berusia 20 tahun," jelas Kramer.
Kramer memberitahu Science Daily, bahwa ketika studi sebelumnya telah menunjukkan efek olahraga pada otak, penelitian ini menunjukkan bahwa latihan aerobik juga dapat meningkatkan fungsi otak.
Lebih jauh lagi, bukan hanya konektivitas otak yang diuntungkan: "Kelompok aerobik juga membaik ingatannya secara perlahan, perhatian dan berbagai proses kognitif lainnya," ungkapnya lagi.
Untuk jenis kreatif, penulis Julia Cameron telah lama berjalan direkomendasikan sebagai cara untuk memberikan dorongan kreativitas Anda.
Berjalan menyusuri taman memberikan otak kita kesempatan untuk mengambil pandangan yang lebih luas, daripada berfokus pada tugas tunggal, memungkinkan kita untuk datang dengan ide-ide besar dan membuat otak lebih segar. Selengkapnya...
Deteksi Penyakit Jantung Lewat Rambut
Rambut bisa menjadi penanda biologis adanya stres kronis pemicu serangan jantung.
Jangan remehkan kondisi rambut. Studi University of Western Ontario, Kanada, mengungkap bahwa rambut bisa menjadi menjadi indikator adanya gangguan kesehatan jantung.
Seperti dikutip dari laman Times of India, setiap helai rambung mengandung hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini biasanya dilepas tubuh saat mengalami stres atau reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterimanya.
Kadar kortisol juga terkandung dalam urin dan air liur. Namun, kortisol di dalam rambut dianggap lebih efektif untuk memetakan kondisi jantung karena sifatnya lebih terukur. Logikanya, pertumbuhan rambut relatif stabil yakini sekitar satu sentimeter setiap bulan.
Itu penting karena memungkinkan melihat tingkat stres dalam periode yang lebih lama. Memeriksa enam sentimeter rambut berarti bisa mengukur tingkat stres selama enam bulan. Sementara pemeriksaan kortisol dalam air liur atau urin cenderung hanya memperlihatkan tingkat stres sesaat.
Penelitian dilakukan dengan memeriksa sampel rambut 56 penderita serangan jantung di Meir Medical Centre di Kfar-Saba, Israel. Hasil itu dibandingkan dengan sampel rambut sejumlah orang yang tak memiliki masalah kesehatan jantung. Hasilnya, sampel rambut penderita penyakit jantung mengantung kadar kortisol sangat tinggi.
Penulis studi Stan Van Uum dan Gideon Koren mengatakan, kadar kortisol di rambut dapat menjadi prediktor kuat akan terjadinya serangan jantung. "Ini bisa menjadi penanda biologis adanya stres kronis pemicu serangan jantung. Menjadi penting karena langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum serangan terjadi." Selengkapnya...
Tuesday, September 14, 2010
Sehatkah Diet Tidak Makan Nasi
Banyak orang menjalani diet dengan aturannya sendiri tanpa pengetahuan yang baik.
Memiliki tubuh langsing ideal adalah dambaan banyak orang. Demi meraihnya, tak jarang mereka rela 'menderita' dengan melakukan diet makanan secara ketat. Hal paling sering dilakukan adalah menghindari santapan nasi. Sehat dan efektifkah cara ini?
Banyak orang menjalani diet dengan aturannya sendiri tanpa pengetahuan yang baik. Seringkali mereka yang sengaja tidak makan nasi demi langsing, melakukan diet tidak seimbang.
Umumnya, mereka berhenti makan nasi (mengurangi arupan karbohidrat kompleks), namun tetap menyantap makanan instan, yang umumnya mengandung lemak tinggi. Tanpa disadari, mereka memasukkan kalori dalam jumlah tinggi, yang malah berpotensi meningkatkan berat badan.
Ketimbang terus menerus merasa lapar dengan menghindari karbohidrat, lebih baik konsumsi menu normal (nasi, lauk pauk dan sayuran) dalam porsi kecil atau secukupnya.
Jangan hanya makan lauk untuk makan siang, sebab tubuh Anda akan cepat lapar karena konsumsi karbohidrat yang rendah. Padahal, di siang hari tubuh paling banyak membutuhkan energi. Nah, karena tidak ada energi, otomatis akan merasa cepat lapar.
Berkurangnya asupan karbohidrat, dan justru mengonsumsi protein berlebihan, bisa merugikan kesehatan. Bila berlangsung lama, bisa berujung pada gangguan ginjal dan lever. Jadi, sebaiknya karbohidrat jangan dihindari, melainkan dibatasi secukupnya.
Jika bosan menyantap nasi, bisa menggantinya dengan makanan karbohidrat lain, seperti roti, pasta, kentang atau jagung. Jangan pernah terobsesi langsing dengan pola diet salah dan menyiksa tubuh! Selengkapnya...
Seberapa Besar Risiko Anda Terserang Diabetes?
Sering stres atau hobi makan junk food? Kenali tingkat risiko terserang penyakit ini.
Selama ini, banyak orang beranggapan, diabetes adalah sepenuhnya penyakit keturunan, yang umumnya dialami oleh orang-orang berusia lanjut. Padahal, selain karena faktor keturunan, penyakit yang juga biasa disebut 'kencing manis' atau 'penyakit gula' ini, dapat pula menyerang orang yang sama sekali tak punya silsilah diabetes dalam keluarganya.
Menurut Frank Hu, profesor dari Harvard Schoolof Public Health diabetes melitus adalah suatu penyakit yang timbul ketika tubuh tidak bisa lagi secara otomatis mengendalikan tingkat gula dalam darah (glukosa).
Penyakit ini merupakan gangguan metabolisme, akibat pankreas tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah cukup, atau tubuh tak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula di dalam darah. Kelebihan gula yang kronis di dalam darah (hiperglikemia) ini akan menjadi racun bagi tubuh.
“Selain faktor genetik serta pertambahan usia, obesitas akibat gaya hidup tak sehat adalah salah satu pemicu utama timbulnya diabetes,” ujar Prof Hu.
Yang menakutkan, penelitian yang dilakukan PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) menunjukkan, dengan tinggi dan berat badan sama, wanita Asia lebih berisiko mengidap diabetes dibandingkan wanita yang tinggal benua lainnya.
Menurut dugaan, penyebabnya karena mereka telah meninggalkan pola makan dan gaya hidup tradisional, dan menggantinya dengan gaya hidup yang tidak sehat. Misalnya, pola makan yang serampangan dan porsi olahraga yang semakin minim. Perubahan gaya hidup seperti ini bisa memicu semacam dampak biologis yang dapat mengganggu proses pengolahan gula darah, yang pada akhirnya berakibat diabetes.
Jika satu atau lebih dari empat kasus di bawah ini adalah kebiasaan Anda, tampaknya Anda perlu mengubah gaya hidup sehari-hari. Kenali tingkat risiko Anda terserang penyakit ini.
1. Pola makan salah
Tingkat risiko: Tinggi
Untuk mencegah diabetes, pencegahan terbaik adalah dengan cara memperbaiki atau mengatur kembali pola makan. Kurangi asupan karbohidrat (berbagai jenis gula, tepung, nasi, kentang, ubi, singkong, dan lain sebagainya) dan makanan berlemak (daging berlemak, kuning telur, keju, gorengan, susu tinggi lemak). Perbanyak konsumsi sayur dan buah sebagai sumber serat, vitamin, dan mineral. Sebagai sumber protein, Anda dapat memanfaatkan ikan, ayam (terutama bagian dada), tahu, dan tempe dalam menu sehari-hari. Selain itu, batasi konsumsi minuman ringan (soft drink) dan hindari minuman alkohol, karena mengandung kadar gula tinggi.
Tapi hati-hati, selain obesitas, ternyata kekurangan asupan gizi pada tubuh pun bisa meningkatkan risiko diabetes. Kurang gizi (malnutrisi) dapat merusak pankreas. Akibatnya, akan timbul gangguan terhadap produksi insulin maupun gangguan terhadap sensor insulin pada tubuh.
2. Stres
Tingkat risiko: Tinggi
Bila Anda kerap diliputi stres, tingkat gula darah Anda bisa naik secara drastis. Tingkat gula darah tergantung pada kegiatan hormon yang dikeluarkan kelenjar adrenal, yaitu adrenalin dan kortikosteroid. Kedua hormon ini mengatur kebutuhan energi tubuh dalam menghadapi keadaan stres. Adrenalin yang dipacu terus-menerus akan mengakibatkan insulin kewalahan mengatur kadar gula darah yang ideal. Akibatnya, kadar gula darah akan naik secara drastis.
3. Malas berolahraga
Tingkat risiko: Medium
Jika tak ingin diabetes mengancam Anda, sebaiknya mulailah berolahraga dengan teratur dan porsi yang cukup. Pasalnya, olahraga teratur berfungsi memacu aktivitas produksi insulin, serta membuat kerja insulin lebih efisien, sehingga memperlancar pengangkutan glukosa. Jadi, selain membakar lemak dan karbohidrat, olahraga dapat meningkatkan aktivitas reseptor insulin dalam tubuh, sehingga kadar gula dalam darah terkontrol dengan baik.
Olahraga yang ideal adalah yang bersifat aerobik, seperti jalan atau lari pagi, bersepeda, berenang, dan lain sebagainya. Lakukan olahraga aerobik ini paling tidak selama 30-40 menit.
4. Merokok
Tingkat Risiko: Medium
Secara tidak langsung, kandungan racun yang terdapat dalam rokok, lama kelamaan bisa merusak sel-sel pada pankreas. Jika tubuh terus menerus mengisap asap rokok dan racun nikotin, pankreas akan rusak, sehingga kerja insulin terganggu, dan akhirnya bisa memicu timbulnya diabetes. Selengkapnya...
Friday, August 27, 2010
Mengapa Bayi Bisa Stres
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:45
Jangan biarkan si kecil dirundung stres, karena bisa menurunkan kekebalan tubuhnya. Bayi sangat butuh sentuhan kasih sayang seorang ibu. Jika ibu tengah dirundung stres, bayi pun bisa ikut merasa stres.
Sebuah studi di Kanada mengungkapkan, bayi yang kehilangan perhatian ibu akan merasa cemas. Kondisi stres pada bayi ini bisa terjadi sejak si kecil baru lahir hingga usia 6 bulan, dan kebanyakan disebabkan tidak mendapatkan perhatian layak dari orangtuanya. Bayi yang merasa kehilangan cinta ibunya selama dua menit saja akan merasa cemas,seperti dikutip dari laman Dailymail.
Peneliti menemukan, tingkat hormon stres, kortisol melambung ketika bayi diabaikan oleh ibu mereka, dan bahkan pada hari berikutnya, mereka bisa merasa cemas hal sama terjadi lagi.
Para pakar perkembangan anak mengatakan, episode berulang dari stres ini dapat berdampak besar pada kesehatan anak di masa pertumbuhannya.
Untuk menyelidiki apakah bayi usia enam bulan mampu mengantisipasi masalah, para peneliti Kanada mengundang 30 ibu dan bayi mereka ke pusat penelitian. Para ibu dan anak ini dibagi menjadi dua kelompok.
Pada kelompok pertama, bayi diletakkan di kursi mobil dan ibu bermain dan berbicara dengan mereka seperti biasa. Drama itu kemudian diselingi dengan periode dua menit saat sang ibu hanya menatap kepala anaknya, menjaga wajahnya bebas dari emosi.
Keesokan harinya, ia membawa anaknya kembali ke pusat penelitian. Tingkat kortisol diukur beberapa kali pada dua hari tersebut. Jumlah kortisol meningkat ketika bayi-bayi itu diabaikan. Bahkan pada hari berikutnya.
Kelompok kedua, ibu bayi melakukan proses sama, namun tanpa mengabaikan setiap saat, dan kadar hormon stres mereka nyaris tidak berubah.
Peneliti Dr David Haley, dari University of Toronto, mengatakan, "Hasil penelitian menunjukkan, bayi manusia memiliki kapasitas untuk memproduksi respon stres antisipatif yang didasarkan pada ekspektasi tentang cara orangtua memperlakukan mereka dalam konteks tertentu."
Profesor Jay Belsky, dari Birbeck College, Universitas London, mengatakan, faktor seperti depresi dapat mempengaruhi hubungan seorang ibu dengan bayinya, dan meningkatkan kadar kortisol dari waktu dan waktu lagi. Kondisi ini jangan diabaikan, karena jika berlangsung lama dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh bayi.
Selengkapnya...
Bangun Tidur Tanpa Stres
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:46
Pijatan ringan di bagian tubuh tertentu bisa membuat Anda semangat beranjak bangun. Alarm sudah berbunyi. Anda segera bangun hanya untuk mematikannya lalu kembali memeluk bantal dan guling.
Rasa enggan saat bangun pagi adalah hal yang sering terjadi. Bisa karena waktu tidur yang kurang bisa memuaskan istirahat Anda, bisa juga karena malas menghadapi rutinitas kerja sehari-hari.
Supaya Anda bangun dengan suntuikansemangat dan energi, lakukan cara berikut ini!
Memijat telinga
Anda sudah terbangun tapi masih malas membuka mata dan beranjak dari tempat tidur? Dengan mata terpejam, gosok daun telinga Anda. Bagian ibu jari di menggosok bagian belakang telinga ke arah atas dan bawah. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
*Melancarkan peredaran darah
* Menghilangkan rasa ngantuk
Tangan di kepala
Letakkan telapak tangan kanan Anda di dahi lalu letakkan telapak tangan kiri di atasnya. Ganti posisi telapak tangan. Lakukan 20 kali.
Manfaat:
*Melemaskan otot-otot tegang di sekitar kepala
* Menghilangkan rasa penat di kepala
Memijat mata
Pijat kelopak mata dan area di sekitar alis dengan ujung jempol. Lakukan 15-20 kali.
Manfaat:
*Merilekskan saraf-saraf di sekitar mata
*Menghilangkan rasa ngantik yang membuat mata berat
Memijat perut
Letakkan telapak tangan di perut. Usap-usap seluruh bagian perut hingga terasa hangat.
Manfaat:
*Memperlancar peredaran darah di sekitar perut
*Membantu proses membuang gas di perut
*Melemaskan otot-otot perut
Permainan perut
Setelah diusap-usap, lakukan permainan perut. Tepuk-tepuk perut Anda. Kemudian lakukan gerakan menggambar di perut. Tarik napas, lalu kembang kempiskan perut Anda.
Manfaat
*Menguatkan otot perut
*Baik untuk melatih kekuatan organ-organ hati, ginjal dan dan sistem pencernaan.
Selengkapnya...
5 Penyebab Rasa Lelah Saat Bangun Pagi
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:48
Ada sejumlah alasan tubuh terasa tidak segar setelah bangun tidur. Kenali solusinya!
Setelah bangun pagi seharusnya tubuh menjadi segar, karena sudah beristirahat. Tapi, seringkali bukan rasa segar yang didapatkan, tubuh malah terasa lelah. Padahal, waktu tidur sudah cukup antara 7 sampai 9 jam.
Jika Anda termasuk orang yang sering merasa lelah saat bangun tidur, cepat ketahui penyebabnya dan segera atasi. Karena, seseorang yang tidurnya tidak berkualitas akan berdampak pada aktifvtas dan kesehatan tubuhnya.
Ada beberapa faktor penyebab seseorang merasa lelah saat bangun tidur, beberapa di antaranya adalah 5 hal berikut ini.
1. Perlengkapan tidur tidak nyaman
Meskipun tidur lebih awal, belum tentu Anda akan merasa cukup tidur karena bisa tiba-tiba sering terbangun. Salah satu penyebabnya adalah perlengkapan tidur seperti bantal, kasur, selimut, guling dan sprei yang tidak nyaman. Untuk itu, selalu bersihkan perlengkapan tidur sebelum Anda tidur.
Pilih juga perlengkapan tidur yang membuat Anda nyaman, terutama bantal. Bantal yang baik akan menyangga leher dengan benar dan mencegah sakit punggung. Tidak ada salahnya untuk membeli alat tidur yang agak mahal dan berkualitas, karena peralatan tidur tersebut adalah investasi kesehatan Anda.
2. Sering terbangun
Jika Anda sering terbangun malam hari, pasti keesokan harinya kepala akan terasa pusing dan badan merasa lelah. Untuk itu cari penyebab, apa yang membuat Anda sering terbangun. Entah itu berupa pencahayaan, suhu ruangan, suara atau hasrat ke toilet yang tinggi.
Cobalah untuk menyesuaikan cahaya dan suhu ruangan sebelum Anda tidur. Jika Anda sering ke toilet, jangan terlalu banyak minum dan buang air kecil sebelum tidur.
3. Berat badan
Seseorang yang memiliki berat badan berlebihan atau obesitas juga akan sering mengalami rasa lelah saat bangun tidur. Karena setiap saat tubuh mereka selalu bekerja keras, termasuk saat tidur.
Kerja jantung pun cukup keras dan tidak mampu memompa darah secara cepat ke seluruh tubuh. Hal itu membuat energi berkurang dan tubuh merasa lelah. Untuk itu, jika Anda memiliki berat badan kurang proporsional dan selalu merasa lelah termasuk ketika bangun tidur, segera lakukan diet dan berolahraga.
4. Saat datang bulan
Salah satu yang sering membuat wanita merasa tidak nyaman saat tidur, lemas dan sering terbangun malam hari adalah haid atau datang bulan. Rasa lelah dan lemas saat bangun tidur disebabkan kekurangan zat besi atau anemia. Untuk itu, menjelang dan saat haid konsumsilah makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam atau mengonsumsi suplemen.
5. Obat-obatan
Ada beberapa obat-obatan yang membuat kita mengantuk. Tetapi, jika kita mengonsumsi dua atau lebih obat secara bersamaan, kondisinya malah membuat kita terjaga dan tidak bisa tidur. Untuk itu, jangan mengonsumsi obat sembarangan dan konsultasikan dengan dokter, efek samping dari obat yang Anda konsumsi.
Selengkapnya...
Efek Buruk Terlalu Banyak Tidur
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:50
Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas.
Anda pasti sudah mengetahui bahwa kurang tidur bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Ternyata, terlalu banyak tidur juga bisa menimbulkan dampak yang sama.
Penelitian menunjukkan tidur lebih dari 6 hingga 8 jam dapat menurunkan harapan hidup orang dewasa sebesar 17 persen. Lalu, menurut ahli medis asal India, Dr. Prakash Lulla tidur terlalu banyak bisa menyebabkan diabetes, hipertensi, migrain, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.
"Jika seseorang tiba-tiba tidur terlalu lama, itu juga bisa menjadi tanda adalah masalah pada sistem tiroid, kelainan pusat saraf atau kelainan metabolisme," Dr. Prakash Lulla, ahli medis asal India, seperti dikutip dari Idiva.
Hal yang menjadi masalah bukan tidur itu sendiri, tetapi penyebab terlalu banyak tidur. Menurut dr. Dube sebanyak 15 persen pasien depresi tidur terlalu lama. Trauma dan syok juga bisa membuat seseorang tidur lebih lama.
"Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas. Kelelahan dan rasa nyeri juga efek yang sering muncul," kata psikolog, Dr. Sunita Dube, seperti dikutip dari Idiva.com.
Kurang olahraga juga bisa mengurangi kualitas tidur dan kompensasinya adalah seseorang tidur lebih lama dari seharusnya. Untuk mengatasinya cobalah lakukan olahraga sederhana, seperti berjalan atau berlari di pagi hari sebelum memulai aktivitas.
Pola makan Anda juga sangat berpengaruh. Sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi makanan-makan cepat saji. Pilihlah makanan yang dibuat dari bahan segar dan alami. Dengan begitu kualitas tidur menjadi lebih baik dan tubuh akan terasa fit.
Selengkapnya...
5 Cara Alami Hentikan Kebiasaan Mendengkur
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 12:54
Praktekkan cara berikut ini untuk mengatasi kebiasaan mendengkur.
Mendengkur adalah masalah yang sering dianggap sepele. Hal itu karena bagi orang yang mendengkur tidak merasa terganggu. Justru pasangannya yang merasa terganggu dan membuat tidur menjadi kurang berkualitas.
Sebetulnya, mendengkur adalah efek dari adanya gangguan kesehatan. Untuk mengatasinya, ada cara alami yang bisa dilakukan, seperti dikutip dari Shine. Tetapi, jika dengkuran tetap terjadi,sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.
1. Tidur menyamping
Penyebab dengkuran adalah penyempitan saluran udara di langit-langit mulut. Hal ini tidak akan terjadi jika Anda tidur menyamping. Untuk tetap menjaga agar Anda tidur menyamping, letakkan bantal di bagian punggung. Bantal akan menjadi penghalang yang mencegah Anda telentang.
2. Gunakan bantal lebih banyak
Gunakan bantal lebih banyak untuk menyangga kepala agar tetap tinggi saat tidur. Ketika kepala tetap tinggi, udara di langit-langit mulut tidak akan tersumbat. Sehingga, memungkinkan udara bebas bergerak dan mencegah dengkuran keras.
3. Olahraga mulut
Lakukan latihan rahang, lidah dan mulut akan membantu mencegah dengkuran. Lakukan latihan buka dan tutup mulut setiap hari, karena dapat membantu otot sekitar rahang dan mulut lebih releks, sehingga bisa menyalurkan lebih banyak udara dan mencegah dengkuran.
4. Hindari makan berlebih
Makan terlalu banyak bisa memicu orang mendengkur. Saat terlalu banyak makanan, perut juga tidak akan bekerja lebih keras, dan hal ini membuat dengkuran muncul tau lebih nyaring dari sebelumnya.
5. Kurangi berat badan
Sebagian besar orang yang meiliki berat badan berlebih, mendengkur saat tidur. Jika tubuh dalam keadaan besar, saluran udara di rongga mulut menyempit. Hal inilah yang memicu terjadinya dengkuran. Untuk itu, jika bobot tubuh berlebih, lakukan diet dan olahraga, untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi dengkuran.
Selengkapnya...
Mengapa Kantuk Menyerang Setelah Makan
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 13:06
Ketahui sebab timbulnya rasa kantuk yang muncul seusai Anda makan, dan solusinya.
Setelah makan siang, rasa kantuk seringkali datang dan menghambat aktivitas bekerja. Pemicu rasa kantuk tersebut, bisa terjadi karena banyak hal, salah satunya adalah porsi makan dalam jumlah besar.
Saat Anda mengounsumsi makanan dalam jumlah besar, darah dialihkan ke usus untuk mencerna makanan. Hal ini berarti, oksigen yang mencapai otak lebih sedikit, sehingga menimbulkan kelelahan dan rasa kantuk.
Hal lain yang menyebabkan munculnya kantuk setelah makan adalah kondisi yang disebut "alkaline tide". Kondisi tersebut terjadi bila asam lambung dilepaskan untuk mencerna makanan. Hal itu menyebabkan perubahan sementara kadar pH, dalam darah. Bikarbonat lalu dilepaskan untuk mengimbangi perubahan yang menyebabkan pH darah menjadi lebih basa dan menyebabkan kantuk.
Untuk mencegah munculnya rasa kantuk setelah makan, kuncinya adalah jangan makan berlebihan. Saat sarapan konsumsilah makanan yang mengandung protein tinggi. Lalu, menjelang siang, konsumsilah kudapan sehat dan kurangi porsi makan siang yang biasanya dalam jumlah besar. Hal ini bisa menjaga gula darah dan insulin tetap stabil, dan mencegah fluktuasi level neurotransmiter yang dapat menyebabkan kantuk.
Cara lain untuk mencegah kantuk adalah, ubah komposisi menu makanan. Pilih karbohidrat sederhana seperti kentang, beras putih, atau pasta, dalam porsi secukupnya. Kurangi konsumsi makanan manis seperti permen, karena dengan cepat bisa meningkatkan level insulin yang kemudian meningkatkan kadar serotonin dalam otak. Serotonin adalah neurotransmitter yang menimbulkan rasa kantuk. Untuk menu makan siang, pilihlah yang makanan yang mengandung protein tinggi, rendah karbohidrat, dan sayuran.
Kurangi juga konsumsi kafein. Meskipun kafein bisa membuat Anda tetap terjaga secara temporer, tetapi ketika efeknya habis, maka rasa kantuk yang luar biasa pun muncul.
Untuk menggantikan kafein, cobalah minum segelas teh hijau saat makan siang. Lalu, cara lain mencegah kantuk adalah, dengan berjalan selama 10 hingga 15 menit setelah makan. Hal itu akan membuat aliran darah lebih lancar dan menurunkan gula darah serta insulin, Anda pun tetap terjaga setelah makan.
Jika rasa kantuk setelah makan terus terjadi, periksakan diri ke dokter. Lakukan tes darah untuk mengetahui risiko diabetes atau hypothyroidism, yang gejalanya rasa lelah dan kantuk setelah makan.
Selengkapnya...
Tidur Siang Tingkatkan Kecerdasan
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 13:10
Manfaat beristirahat di siang hari tak hanya diterima bayi, tapi juga kaum dewasa.
Jika ingin lebih berkonsentrasi atau mendapat hasil tes yang lebih baik, ada baiknya Anda mempersiapkan waktu tidur siang. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan tidur siang mempersiapkan otak untuk mengingat lebih tajam. Tidur siang dapat diumpamakan dengan me-reboot komputer agar dapat bekerja lebih lancar.
Matius Walker, seorang asisten profesor di Universitas California mengatakan tidur tidak sekadar untuk tubuh, namun sangat penting bagi otak. Dalam penelitian, Walker dan 39 orang dewasa muda dibagi menjadi dua kelompok. Pada tengah hari, semua peserta mengambil bagian dalam latihan memori untuk mengingat wajah dan menghubungkan mereka dengan nama-nama.
Kemudian para peneliti ikut dalam latihan memori di sore hari setelah tidur selama 20-100 menit. "Mereka yang tetap terjaga mengerjakan tes lebih buruk sebesar 10 persen daripada yang tidur siang," kata Walker. Satu hal lain yang diperoleh dari studi, kemampuan belajar seseorang antara siang hingga pukul enam sore menurun sebanyak 10 persen, tetapi tidur siang meniadakan penurunan ini.
Struktur studi menunjukkan bahwa fase tidur tanpa mimpi meningkatkan memori. "Tidur memainkan peran penting dalam pengolahan kenangan. Dan memberikan banyak bukti bahwa tidur bukan hanya penting untuk setelah belajar, tetapi Anda memerlukannya sebelum belajar untuk mempersiapkan otak untuk meletakkan informasi."
Tidur cukup lama memberikan kesempatan otak mengingat selama siklus tidur. Setelah melakukan tes elektroensefalogram untuk melacak aktivitas listrik di otak, para peneliti menetapkan, penyegaran ingatan terjadi antara tidur lelap dan mimpi, yang disebut rapid eye movement (REM).
"Kemampuan otak untuk menyerap informasi tidak selalu stabil," kata Walker. "Sepertinya kapasitas otak mungkin sedikit seperti spons yang akan basah kuyup jika terus belajar sepanjang hari."
Jessica Payne, seorang asisten profesor di Universitas Notre Dame, mengatakan hasil penelitian memberi bukti tambahan pentingnya tidur. Tidur sangat penting bagi siswa maupun orang yang berjuang mempertahankan memori akibat penuaan. Penelitian terbaru lainnya membuktikan tidur dapat membantu Anda berpikir lebih kreatif, menjaga memori jangka panjang yang lebih baik dan melestarikan kenangan penting.
Selengkapnya...
7 Penyebab Rasa Lelah
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 13:12
Selain kurang tidur pada malam hari, berikut beberapa hal di balik kelelahan.
Kurang tidur merupakan penyebab rasa lelah yang paling umum. Namun, sering kali lelah tetap melanda walaupun waktu tidur malam mencukupi. Selain kurang tidur pada malam hari, berikut beberapa hal di balik kelelahan.
#1 Gangguan Pernapasan
Walaupun memiliki waktu tidur cukup, sebagian orang merasa lelah setelah bangun di pagi hari. Gangguan selama tidur berupa pernapasan yang berhenti sebentar berkali-kali selama tidur malam (Sleep Apnea). Setiap gangguan terjadi, Anda akan terbangun meskipun tak menyadarinya. Hasilnya, Anda kurang tidur walaupun menghabiskan delapan jam di tempat tidur.
Cara mengatasi dengan menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan, berhenti merokok, dan tidur dengan bantuan perangkat pernapasan untuk membantu menjaga jalan napas bagian atas terbuka pada malam hari.
#2 Jumlah Asupan Makanan
Makan terlalu sedikit atau pola makan salah merupakan penyebab kelelahan. Jika Anda memulai hari Anda dengan donat atau makanan manis lainnya, gula darah anda akan meningkat tajam, menjadikan gerakan Anda lamban yang akhirnya memicu kelelahan.
Cara mengatasinya: Selalu sarapan yang baik dengan memasukkan protein dan karbohidrat kompleks, seperti telur dan roti gandum. Kombinasi ini menciptakan energi yang berkelanjutan selama seharian.
#3 Anemia
Anemia adalah penyebab utama kelelahan pada wanita. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ. Anemia mudah didiagnosis dengan tes darah.
Mengatasinya: Pengobatan untuk anemia tergantung pada penyebabnya. Umumnya, kekurangan zat besi diperbaiki dengan minum suplemen zat besi dan makanan kaya zat besi, seperti daging tanpa lemak, hati, kerang, kacang-kacangan dan sereal.
#4 Depresi
Depresi bukan saja merupakan sebuah gangguan emosional, tetapi menyebabkan banyak gejala fisik. Kelelahan, sakit kepala, dan kehilangan nafsu makan adalah salah satu gejala yang paling umum. Jika merasa lelah selama lebih dari dua minggu, periksakan diri ke dokter.
Cara mengatasi: Depresi dapat ditangani dengan bantuan psikoterapi dan atau pengobatan..
#5: Hypothyroidism
Tiroid adalah kelenjar kecil di pangkal leher yang mengendalikan metabolisme tubuh mengubah makanan menjadi energi. Apabila aktivitas kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, akibatnya Anda akan merasa kelelahan.
Cara mengatasi: Jika tes darah menegaskan hormon tiroid rendah, dokter akan menyarankan menambah hormon sintetis untuk meningkatkan metabolisme tubuh.
#6 Kelebihan Kafein
Sebagian besar kita menganggap kopi adalah menghilangkan kelelahan. Berlebihan mengkonsumsi minuman satu ini bisa berakibat sebaliknya. Kafein dalam dosis moderat meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi. Namun penelitian menunjukkan konsumsi kafein menyebabkan kelelahan.
Saran: Hindari minuman mengandung kafein sebanyak mungkin seperti kopi, teh, cokelat, minuman ringan, dan obat-obatan yang mengandung kafein.
#7 Infeksi Saluran Kemih
Jika Anda pernah mengalami infeksi saluran kemih (ISK), Anda mungkin akrab dengan rasa sakit dan terbakar. Namun ISK tak selalu identik dengan gejala diatas. Dalam beberapa kasus, penderita ISK menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Tes urin akan memastikan adanya ISK.
Cara mengatasinya: Antibiotik adalah obat untuk ISK. Setelah ISK diobati, rasa lelah akan hilang dalam waktu seminggu.
Selengkapnya...
Membantu si Kecil Senang Belajar di Sekolah
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 17:09
SELAIN orangtua, guru adalah orang yang berpengaruh signifikan bagi perkembangan si kecil. Sehingga penting bagi Anda memberikan informasi yang benar lewat diskusi tentang arti sekolah dan belajar kepada buah hati tercinta.
Dikutip Sheknows, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda ambil untuk membantu si kecil memiliki kesan positif terhadap gurunya sejak awal masuk sekolah. Hubungan positif dengan guru pasti akan membuat hari demi hari yang dilaluinya di sekolah menjadi lebih menyenangkan. Alhasil, nilai akademiknya bisa memuaskan.
Mencari waktu yang tepat
Cari waktu yang pas untuk diskusi bersama si kecil seputar guru di sekolahnya. Caranya tergantung pada usia anak Anda. Biarkan putra atau putri Anda memulai pembicaraan tanpa menyadarinya.
Dr Elizabeth Berger, psikiater anak dan penulis Raising Kids with Character mengatakan, "Cara terbaik bagi orangtua untuk mengomunikasikan ide-ide mereka adalah saat si kecil telah menunjukkan ketertarikannya pada suatu subyek, sehingga masukan orangtua bisa dengan mudah diterima.”
"Seorang anak yang secara psikologis diasah untuk siap menghadapi tahun ajaran baru mungkin berkomentar seperti, ‘Wah, aku harap guru baruku suka padaku. Saran orangtua bijaksana itu kemudian cenderung menjadi kepastian serta panduan yang berguna untuk menyambut tahun ajaran baru," kata Berger.
Kebenaran universal
Kepribadian, perkembangan, dan usia spesifik anak Anda akan menentukan tindakan yang tepat untuknya. Hanya Anda tahu yang terbaik untuknya, tapi ada beberapa kebenaran universal yang dapat Anda bagi bersama si kecil untuk membantunya membuat kesan yang baik tentang sekolah.
"Orangtua harus memperkuat gagasan bahwa sekolah itu ada sehingga anak dapat belajar, dan guru membantu anak-anak belajar bahkan jika mereka tidak sempurna setiap saat," kata Berger.
"Saat memahami bahwa mungkin ada gangguan kecil (anak nakal) di sekolah, orangtua seharusnya mendorong tujuan belajar anak. Ini akan membantu anak untuk betah belajar di dalam kelas," tukasnya.
Tujuan dicapai
Terkadang, anak-anak merasa minder dengan menganggap bahwa sekolah hanya untuk anak berintelektual tinggi, dan cara mendapatkan kesan dari guru adalah dengan nilai sempurna. Sebagai orangtua, Anda dapat menghilangkan prasangka tersebut dengan motivasi dan informasi yang benar.
"Orangtua bisa memperkuat gagasan bahwa guru mencintai anak jenius matematika, tapi tidak setiap anak jenius matematika, jadi guru lebih mencintai seorang anak yang baik, membantu, serta berempati dengan guru dan murid lainnya di dalam kelas," kata Berger.
Rasa hormat
Cara terbaik untuk anak Anda membuat kesan yang baik adalah dengan menunjukkan rasa hormat kepada gurunya. Konsep ini cenderung mudah dikomunikasikan kepada anak-anak pada berbagai tingkatan usia.
"Menjadi murid yang baik butuh upaya keras dan disiplin diri, sangat berbeda dengan menjadi murid yang jenius matematika," kata Berger.
Pada saat yang sama, biarkan mereka tahu manfaatnya juga. "Dengan menjadi murid yang baik, siswa tidak hanya 'membuat kesan yang baik', tapi secara aktif membantu guru akan berbuah rasa penghargaan," tukasnya
Selengkapnya...
Trik Ajari si Kecil Keterampilan Atasi Konflik
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 17:07
Perkelahian antarsaudara adalah frustasi tersendiri bagi para orangtua. Bagaimana jika—dalam situasi tertentu—Moms tidak menyelesaikan konflik mereka, tapi membiarkan mereka menyelesaikan masalah sendiri?
Ada beberapa konflik yang terlalu besar untuk diselesaikan sendiri oleh anak-anak. Tetapi untuk konflik ringan yang kerap muncul sehari-hari, membiarkan mereka mengatasinya (jika menurut perkembangan usianya, mereka mampu) bisa sangat meringankan pekerjaan Moms. Serta menjadi pelajaran berharga untuk anak-anak.
Memang, Anda ibunya, tapi Moms tidak perlu memecahkan setiap masalah mereka, bahkan sampai yang terkecil. Mereka juga perlu belajar menyelesaikan masalahnya, meski nantinya menemui perbedaan pendapat. Berikut, panduan mengajarkan keterampilan mengatasi konflik kepada anak-anak, seperti diulas Sheknows.
Konflik aman
Adakah situasi yang disebut "konflik aman"? Mungkin tergantung pada sudut pandang Moms, tapi konflik yang tidak akan meningkat menjadi pertengkaran fisik bisa Moms abaikan untuk diselesaikan sendiri oleh anak-anak. Sampaikan langsung ke mereka, misal dengan mengatakan, “Selesaikan masalah kalian. Ibu yakin kalian bisa.“ Lalu, tinggalkan mereka. Tapi di ruangan lain, Anda mencuri dengar pembicaraan mereka untuk tahu sejauh mana mereka bisa berdamai. Atau, Anda bisa mendampingi mereka sebagai penengah, jika diminta.
Bekal masa depan
Jika Moms telah mengajari anak-anak aturan dan gagasan soal menengahi konflik, pada suatu waktu Moms harus membiarkan mereka benar-benar melakukannya.
Biarkan mereka memelajari teknik mengatasi konflik dimulai dari rumah. Dengan itu, Moms telah memberi mereka kesempatan untuk meningkatkan keterampilan hidup untuk bekal masa depannya yang pasti diperlukan.
Boleh saja Moms mengatakan telah memberikan semua keterampilan menengahi konflik kepada anak-anak, tetapi jika Moms tidak pernah membiarkan mereka menggunakannya, itu seperti Moms tidak pernah mengajarkannya.
Selengkapnya...
Cerdas dengan Pola Asuh Tepat
by; Priyo Sutikno 26 Agustus jam 17:15
MENJADIKAN anak cerdas seharusnya dilakukan dengan pendekatan multifaktor, yaitu faktor biofisik dan psikososial berupa kebutuhan asah, asih, dan asuh.
Bagaimana cara memenuhi kebutuhan tersebut? Untuk menciptakan anak yang cerdas, orangtua harus terlebih dahulu memahami apa yang dimaksud dengan kecerdasan.
Dikatakan psikolog anak , Roslina Verauli MPsi, bahwa peran orangtua sangat berperan penting untuk menumbuhkan kecerdasan anak, di antaranya dengan memerhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak.
”Orangtua diharapkan mampu memahami tugas-tugas perkembangan anak untuk setiap tahap tumbuh-kembangnya,” tutur psikolog yang berpraktik di Empati Development Center ini.
Dokter spesialis Ilmu Kesehatan Anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Dr Rifan Fauzie Spa, mengatakan bahwa proses tumbuh-kembang anak adalah sebuah proses yang kompleks. Proses tersebut memerlukan suatu lingkungan yang mendukung untuk terjadinya sebuah proses yang optimal.
”Tumbuh-kembang seorang anak merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu faktor genetik atau keturunan, lingkungan biofisik dan psikososial,” tuturnya saat menghadiri acara Smart Parents Conference yang diadakan Frisian Flag Indonesia beberapa waktu lalu.
Rifan menjelaskan, proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak.
Walaupun faktor genetik menjadi modal dasar pertumbuhan dan perkembangan seorang anak, bukan berarti faktor ini merupakan satu-satunya faktor yang memegang peranan penting, tetapi masih ada aspek penting berupa aspek biofisik dan aspek psikososial yang terdiri dari asah, asih, dan asuh.
Asah adalah stimulasi yang diberikan. Asih adalah kasih sayang yang diberikan orangtua, sedangkan asuh adalah kecukupan sandang, pangan, papan, dan kesehatan dasar yang diperoleh oleh anak.
”Lingkungan biofisik meliputi kebutuhan asuh, sedangkan aspek psikososial mencakup kebutuhan akan asah dan asih,” jelasnya.
Kebutuhan asuh (biomedis) meliputi asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya, kebutuhan akan tempat tinggal, pakaian yang layak dan aman, perawatan kesehatan dini berupa imunisasi serta deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit.
”Tempat tinggal yang layak huni, aman, lingkungan yang sehat dan bersih amat membantu proses tumbuh-kembang yang optimal,” ucapnya.
Untuk pemenuhan kebutuhan asah (stimulasi), meliputi upaya untuk melakukan stimulasi baik secara verbal maupun nonverbal. Proses ini merupakan cikal bakal proses pembelajaran, pendidikan, dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin.
”Lakukan proses ini terutama pada usia 3–5 tahun pertama (golden year) sehingga akan terwujud etika, kepribadian yang mantap, arif, dengan kecerdasan, kemandirian, keterampilan dan produktivitas yang baik,” papar dokter lulusan Universitas Indonesia ini.
Ditegaskan olehnya, bahwa hal yang terpenting dalam stimulasi terhadap bayi atau anak adalah harus dilakukan secara berkesinambungan, penuh dengan atmosfer kasih sayang, kesabaran dan suasana yang menyenangkan.
Anak akan jauh lebih cepat menangkap dan merespons stimulasi yang diberikan dalam keadaan yang menyenangkan dan membuat suasana hatinya baik. Adapun kebutuhan asih (kebutuhan emosional) meliputi upaya pemenuhan rasa aman (emotional security).
Ini bisa dilakukan dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. Kebutuhan anak akan kasih sayang, diperhatikan dan dihargai, pengalaman baru, pujian, tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal.
”Dalam keseharian, orangtua diharuskan untuk tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan, tetapi lebih banyak memberikan teladan,” sarannya.
Selain untuk menciptakan anak cerdas, pemenuhan kebutuhan asah, asih, dan asuh yang tepat juga ternyata dapat memengaruhi karakter anak. Jadi, menerapkan pendekatan dari berbagai faktor ternyata sangat penting dilakukan agar kecerdasan anak dapat tumbuh lebih baik, sehingga belum terlambat untuk penuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh untuk anak.
Selengkapnya...
Monday, August 23, 2010
Lambat Bicara Picu Gangguan Mental
Wajar bila orang tua khawatir jika anak yang telah berumur 2 hingga 2,5 tahun belum bisa bicara dengan lancar. Hanya potongan-potongan kata yang dia ucapkan, itu pun tidak terucap dengan jelas. Padahal, sesuai tahapan perkembangannya, anak usia 1,5 tahun seharusnya paling tidak sudah bisa menggunakan minimal 5 kosakata yang konsisten seperti papa, mama, apa, dsb.
Selanjutnya, secara bertahap pada usia 2 tahun anak mempunyai 2 lusin kata yang dapat dirangkai sederhana. Pentingnya kemampuan berbahasa karena bahasa adalah bentuk aturan atau sistem lambang yang digunakan anak dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya yang dilakukan untuk bertukar gagasan, pikiran, dan emosi.
Jika tidak mahir berbicara, anak tentu akan mengalami gangguan dalam kemampuan bersosialisasi. Keterlambatan bicara juga memengaruhi mentalnya jika dewasa kelak. Menurut sebuah studi yang dikerjakan selama 29 tahun, anak dengan keterlambatan berbicara memiliki risiko lebih besar untuk mendapatkan masalah-masalah sosial, emosional, atau perilaku, pada saat mereka dewasa. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam edisi Juli jurnal kedokteran “Pediatrics”.
Para peneliti menggunakan tes standar untuk mengukur kemampuan bahasa Reseptif, yaitu kemampuan untuk memahami apa yang dikatakan orang kepada 6.941 anak yang berusia 5 tahun. Data lanjutan soal ini, sekitar 72 persen telah tersedia pada saat mereka berusia 34 tahun.
Secara keseluruhan, anak-anak yang menunjukkan tanda-tanda keterlambatan dalam kemampuan bahasa reseptif pada umur 5 tahun lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental di usia 34 tahun dibanding anak-anak yang tidak mengalami penundaan tersebut. Temuan ini lebih menonjol di kalangan anak laki-laki daripada bocah perempuan.
“Konsekuensi masalah psikososial terkait gangguan bahasa reseptif di usia dini bertahan hingga usia dewasa,” kata para peneliti yang dipimpin oleh Ingrid Schoon PhD, seorang profesor perkembangan manusia dan kebijakan sosial dari Institute of Education of the University of London, Inggris.
“Kebutuhan anak yang mengalami gangguan bahasa sangat kompleks. Dan iperlukan peningkatan kesadaran mengenai kesulitan sosial dan psikologis yang mungkin dialami anak-anak ini hingga membekas,” imbuh Schoon seperti dikutip laman webmd.com.
Keterlambatan berbicara di usia dini, terang peneliti, bisa mengganggu kemampuan anak untuk bersosialisasi dan mencari teman. Isolasi sosial ini bisa terbawa hingga usia dewasa. Hal ini selanjutnya bisa membuat anak kesulitan menjalin dan mempertahankan hubungan serta bertahan dalam pekerjaan. Kedua kondisi ini bisa menjadi pemicu gangguan kesehatan mental atau perilaku.
Penelitian itu juga menyebutkan, anak-anak yang mengalami keterlambatan bicara cenderung lahir dari ibu atau orang tua berusia remaja dengan tingkat pendidikan rendah dibandingkan anak-anak yang tidak menunjukkan gejala keterlambatan bahasa di usia lima tahun.
Terlebih lagi, orang tua dari anak-anak yang mengalami penundaan bahasa juga cenderung stres, kurang tertarik dengan pendidikan anak, serta tidak membacakan buku atau cerita kepada anak mereka secara teratur.
“Temuan ini mencerminkan apa yang kita lihat dalam praktek,” ujar Carl B Feinstein MD, direktur soal psikiatri anak dan remaja di Lucile Packard Childrens Hospital di Palo Alto, California, Amerika Serikat. “Penundaan kemampuan berbahasa merupakan faktor risiko utama gangguan sosial dan emosional. Sayangnya, hubungan ini tidak mendapatkan perhatian yang cukup,” keluhnya.
Akan tetapi, lanjut Feinstein, orang tua bisa melakukan banyak hal untuk membantu anak. “Seberapa banyak Anda membaca kepada anak dan seberapa besar perhatian yang Anda berikan terhadap pendidikan mereka akan membuat perbedaan besar terhadap kemampuan bicara anak. Selain itu, meluangkan waktu untuk melakukan percakapan secara intens juga bisa membantu,” katanya.
“Penemuan baru ini merupakan sebuah ajakan untuk bertindak,” tegas Feinstein. “Jika Anda memiliki masalah soal ini, segera pergi ke dokter anak dan minta penilaian soal perkembangan bicara dan bahasa anak. Jika anak pergi ke sekolah, minta juga agar sekolahnya memberikan penilaian,” dia menyarankan.
“Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang miskin pengalaman keterampilan bahasa reseptif saat usia dini lebih mungkin untuk mengalami tingkatan rendah dari kesehatan mental di masa dewasa daripada anak-anak dengan perkembangan bahasa yang normal,” jelas Melissa Wexler Gurfein, seorang ahli patologi bahasa di New York, Amerika Serikat.
“Sebenarnya temuan ini tidak mengejutkan. Bahwa anak-anak dengan kemampuan bahasa reseptif yang kurang sering mengalami gangguan sosial serta akademik,” tambahnya.
“Dengan (keterlambatan) ini, anak menjadi rendah diri, yang jika tanpa intervensi bisa memengaruhi masa transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa,” kata Wexler. Hal ini, terang dia, bukan berarti anak-anak dengan keterlambatan bahasa menjadi pribadi yang “sia-sia”.
“Sangat penting untuk memberikan dukungan yang tepat dan intervensi yang baik untuk anak yang mengalami keterlambatan bahasa ini. Semakin awal seorang anak menerima intervensi yang tepat, semakin sukses intervensi tersebut,” tukas Wexler.
Wexler menyarankan kepada orang tua dan dokter anak untuk segera mengidentifikasi seorang anak yang diduga memiliki keterlambatan bahasa.
Setelah itu memulai melakukan perawatan mengatasi masalah itu yang semoga tidak hanya membantu anak tersebut untuk mendapatkan teman yang seusianya, tetapi juga memberikan dukungan yang dibutuhkan untuk berhasil dalam hidupnya kelak.
Joslin Zeplin-Paradise, ahli patologi bahasa lainnya di New York, Amerika Serikat, setuju akan nasihat tersebut.
“Penundaan kemampuan berbahasa bukanlah awal dari sebuah kegagalan,” katanya.“Ini merupakan kesempatan untuk mencari bala bantuan dan mengobatinya hingga akar penyebab masalah,” lanjutnya.
Dia menambahkan, ada banyak sekali penyebab anak mengalami keterlambatan bicara. “Kalau orang tua membantunya dengan sungguh-sungguh, anak-anak dan bisa lebih mengejar (ketertinggalan),” katanya.
“Tetapi saya sampai saat ini belum melihat korelasi langsung antara anak-anak dengan keterlambatan berbicara dan masalah psikososial atau emosional,” tandasnya.
Selengkapnya...
Jangan Anggap Remeh Stres
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa. Orang yang mudah stres dua kali lipat lebih mudah terkena penyakit jantung. Dikatakan oleh ahli kejiwaan dari Rumah Sakit Internasional Omni Alam Sutera Tangerang, dr Andri SpKJ, pasien dengan riwayat depresi yang sering muncul mempunyai peningkatan rata-rata risiko kematian 4 sampai 5 kali setelah infark miokardium daripada yang tidak depresi. Depresi setelah infark miokard berhubungan dengan timbulnya infark kembali dan kematian.
Ketika semua faktor pemicu penyakit jantung bisa terkontrol, ternyata masih ada faktor lain yang bisa membuat jantung meradang. Faktor itu adalah depresi. Depresi ini pun merupakan faktor risiko yang tersendiri (independen) yang memicu munculnya penyakit jantung koroner pada pria dan wanita. ”Depresi dapat menyebabkan kematian tiba-tiba lewat kerja pada saraf vagus, yang berhubungan dengan detak jantung,” tuturnya.
Andri menjelaskan, depresi menyebabkan penurunan suatu zat dalam tubuh yang dinamakan serotonin. Penurunan kadar serotonin ini berhubungan dengan perubahan perlengketan platelet. Hal ini membuat orang yang depresi mempunyai kecenderungan plateletnya lengket di pembuluh darah (jantung).
Melihat hubungan yang sangat erat antara faktor psikologis dan penyakit jantung, maka jangan segan-segan untuk berkonsultasi dengan psikiater bidang psikosomatik yang banyak berhubungan dengan kasus-kasus demikian. ”Dengan penanganan stres dan depresi pada pasien jantung yang tepat, maka penanganan penyakit jantung pun akan semakin baik dan kualitas hidup pasien akan semakin meningkat,” sarannya.
Hubungan antara stres dan jantung juga pernah diungkap oleh ahli epidemiologi dari University College London, Tarani Chandola. Dalam penelitian yang melibatkan 10.000 responden itu terungkap bahwa stres memiliki peran lebih banyak terkait dengan perubahan biologis dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
”Ini kali pertama penelitian yang melibatkan responden dalam jumlah besar tentang pengukuran efek stres terkait pekerjaan sehari-hari yang mengakibatkan penyakit jantung. Salah satu masalahnya adalah orang yang hidup skeptis dalam tekanan pekerjaan memengaruhi orang itu secara biologis,” ujar Tarani.
Stres bisa membuat kekacauan sistem internal tubuh yang berujung terganggunya kinerja jantung. Terganggunya kinerja jantung akan menyebabkan penumpukan dan menutup darah di saluran arteri, tekanan darah tinggi, dan menghancurkan sistem darah.
Selengkapnya...








